Saturday, April 25, 2009

Sujud Cinta Pada Allah SWT


Sujudnya pada Allah...
Adalah sujud cintanya...
Hadir roh dan hatinya...
Pada Tuhan yang esa..
Cintanya pada Allah...
Berzikirlah lidahnya....
Menyebut-nyebut..memuja-memuja...Nama Tuhannya...
Allah......Allah......Allah.......
Siapa lagi yang boleh dia cinta?
Siapa lagi yang boleh menyahut seruan cintanya..?
Siapa lagi yang boleh membalas cintanya...?
Allah.....Allah......Allah.......
Betapa nikmatnya cintaNya....
Sehingga mengalir air wangian dari matanya...
Membasuh anak matanya....
Menyucikan dosanya.....
Allah.....Allah....Allah......
Dia pohon...dia pohon padaNya....
Agar dicintanya...tidak ditinggalkanya...

Habiburrahman.

Wednesday, April 22, 2009

Kurayapi Sekujur Kesepianku


Kurayapi sekujur kesepianku
Mengundang angan dan sengat kumbang
Mata bintang yang diam dan berkelesatan
Menyuguhi harapan di semesta lenggang

Sampai kasih dan ingin terbentang
Membujuk pengembara merakah
Yang tenggelam di bawah kubang resah
Menanti dara cantik yang telah datang

Membujuk arah pengembara merambah
Terus mewangi aroma bunga cinta sampai ujung hari
Membangkitkan gairah sang pencinta dalam darah
Yang menentangkan kesenyapan sendiri

Ku temukan perempuanku
Dalam batas asa ku mengagumi sesok diri membaui
Dan membenamkan dua serpihan bintang
Yang memancarkan pesona terang

Ia selalu memintaku melukiskan kisah yang ada
Atas cinta terperi di dinding-dinding hati
Kami hanyalah sepasang pecinta mengharap sejati
Bersama berkelana dari waktu-kewaktu menjaga setia

Tuesday, April 21, 2009

Korbankan Semangatmu


Barangsiapa yang menginginkan pelindung, maka Allah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan teladan, maka Rasulullah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan pedoman hidup, maka al-Qur`an cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan peringatan maka kematian cukup baginya.
Dan barangsiapa tidak cukup dengan semua itu, maka neraka cukup baginya.

Saat ini wahai kaum muslimin, kita masih mempunyai peluang dan kesempatan,
maka sekarang juga kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk taat kepada rabb kita. Waktu ini bagaikan pedang, jika kita tidak mengisinya maka ia akan menikam kita.
Waktu itu bagaikan pedang, jika engkau tdk memutusnya (mengisinya) maka dia yang akan memutusmu (menghilangkan kesempatanmu).
Jika ia tidak cepat dimanfaatkan dia akan membunuh kesempatan kita


Taubatku


Diriku bukanlah orang yang sempurna

Bukan juga orang yang ingin sempurna

Aku hanya ingin menjadi orang

Yang bisa mengakui kesempurnaan-MU


Aku takut dengan-MU

Aku takut dengan kebesaran-MU

Aku takut membuat-MU marah

Aku takut membuat-MU murka karena tingkah ku


Ya ALLAH.... berilah aku ketabahan

Ketabahan menjalani hidup

Hidup yang telah KAU takdirkan untukku

Hidup yang tak pernah ku ketahui akhir nantinya


Aku hanya mampu bersipu di hadapan-MU

Aku hanya mampu mengharap belas kasih-MU

Aku hanya mampu mengharap maaf dan ampun-MU


Berilah hamba-MU kemuliaan

Kemuliaan disisi-MU dan RASULULLAH

Letakkanlah aku disisi orang kesayangan-MU

Redhoilah semua perbuatan ku sehari-hari

oleh : whandi

Wanita Solehah


Laksana rembulan...
Menyinari insan bumi.

Jika ia memandang...
Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata...
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya.

Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.

Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.

Dialah wanita sholehah..
Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia.

oleh : .

Namaku di Pintu Neraka


Jika esok ku tidak bernafas lagi
apa yang perlu ku bawa untuk menghadapMU
Jika esok ku tidak bernafas lagi
mampukah aku membuatMU gembira
dengan hadiahku ini
indah atau busuk di pandanganMU

andai esok kenikmatan ini tak dapat ku kecapi lagi
ku ingin KAU tahu Tuhanku
batinku menangis mengenangkan dosa ini

andai namaku telah tercatat di pintu neraka
izinkan hambaMU ini memadam kembali
detik noda hitam yang dulu berselirat di ruang nafas ini
kerana ku takut bila bertemu denganMU
KAU tak sudi memandangku
dan ku tak dapat merasai kenikmatan pabila melihat dzatMU yang Maha Mulia

Tuhanku...
sehina mana pun diri ini
aku tetap hambaMU
seandainya esok bukan milikku lagi
bukalah pintu hatiku Tuhan
untuk bertaubat kepadaMU

Dipetik dari halaqah.net